SAHABAT SETIA

TINTA DARI ILAHI

Tuesday, March 22, 2016

22 Mac : Memperingati Syahidnya 2 Permata Ummah

22 Mac.
Hari peringatan, syahidnya 2 permata ummah, Syeikh Ahmad Yasin dan Dr Said Ramadhan Al-Buthi.
---
Mengenang Syeikh Ahmad Yasin, Antara Pemimpin dan Fitnah Harta
Syeikh Yasin, nama lengkapnya Syeikh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunat Isnin- Kamis, hari Isnin, 1 Safar 1425 H/ 22 Mac 2004 M karena dihentam rudal penjajah Zionis Israel setelah melaksanakan solat subuh berjema’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza.
Syeikh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah (pemimpin) bagi pejuang dan rakyat Palestin melawan penjajah Zionis Israel.
Walaupun usianya uzur, keadaan tubuhnya lumpuh dari leher hingga hujung kaki, setiap hari harus menggunakan kerusi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestin khususnya di Gaza.
Beliau memiliki ‘izzah (kemuliaan) sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.
Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syeikh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.
Dalam suatu khutbahnya, Syeikh Ahmad Yasin pernah berkata: " Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemimpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, perilaku, pergerakan, pengetahuan, mahupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa! "
" Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "
(Ali Imran :126).
Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syeikh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syeikh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.
" Syeikh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun boleh kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah ", tutur Hana Rabbah.
Sebagai seorang pemimpin, Syeikh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.
Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:
"Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Autoriti Palestin memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.
Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justeru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun keadaan sebegini, alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap dapat mati syahid seperti beliau."
Jika Syeikh Ahmad Yasin ingin kaya, dilimpahi harta , rumah mewah bertingkat, kereta mewah lebih dari empat, makanannya serba lazat, semuanya boleh sahaja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat?
Akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!
Syeikh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakikatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.
Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu: Nabi-nabi, para siddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(An Nisa' :69).
---
Syahidnya Dr Said Ramadhan Al-Buti di Masjid Iman, Damsyik
DAMSYIK: Serangan pengebom nekad di dalam Masjid Eman yang terletak di tengah-tengah ibu kota Syria (waktu Malaysia) meragut 42 nyawa termasuk ulama terkenal Sunni negara itu, Syeikh Mohammad Said Ramadan al-Buti yang difahamkan cenderung kepada rejim pemerintah.
Serangan yang dilakukan pada sebelah petang itu menyaksikan pengebom nekad meletupkan dirinya sendiri ketika Mohamed al-Buti sedang mengadakan ceramah agama untuk pelajarnya.
"Jumlah kematian susulan serangan pengganas ini meningkat kepada 42 di mana 84 mangsa lain mengalami kecederaan.
Kematian Mohamed al-Buti disifatkan satu tamparan hebat kepada Presiden Bashar al-Assad, di mana beliau sedang berusaha menamatkan ancaman pemberontak di negara itu.
Datangnya Ulama' membawa Rahmat. Tanggal 21 Mac 2013 perginya seorang Ulama' terkemuka dunia dibawa bersama ilmunya. Dia dikurniakan Syahid tatkala di usia senja. Datangnya dinanti penduduk bumi, perginya ditunggu-tunggu penduduk langit.
Terlalu besar jasanya pada ummah ini. Dia adalah seorang Ulama' yang 'alim Rabbani.
.
.
Semoga Allah merahmati dan mengampuni keduanya.
Al- Fatihah


No comments:

Post a Comment