e-padankata

Crossword

Complete the crossword, then click on "Check" to check your answer. If you are stuck, you can click on "Hint" to get a free letter. Click on a number in the grid to see the clue or clues for that number.
1     2          
           
           
  3           
           
4             
           
5         6      
7             
           
      8       
     9        
    10         
           
           
           
           
           

SAHABAT SETIA

TINTA DARI ILAHI

Monday, August 8, 2016

Pengemis Cinta

Coretan Hikmah: Pengemis Cinta

Hamba ini seperti pengemis...
Terlalu lemah,
Mengharap kekuatan dan kudrat dariNya
Untuk harungi dan depani cabaran di luar sana
Di sebalik jalal dan juga jamalNya..

Hamba ini seperti pengemis...
Mudah goyah,
Tatkala diuji dan diberi pilihan..
Mudah sekali untuk tak tetap pendirian
Seakan lupa akan firmanNya Tuhan
Hadapilah..segala ujian dan dugaan
Dengan sabar, solat
dan istiqamah dalam perjuangan..


Ya..
Hamba in seperti pengemis..
yang begitu hina
merintih hiba
di hadapan Sang Pemilik Cinta

Tapi perasaan seorang pengemis ini,
bahagia.
Kerna dengan Dia
Hanya Dia
yang mampu mengubat segalanya.

Dan semoga,
aku kekal menjadi pengemis.
Terus mengemis...
sehingga berjaya meraih syurga.







Friday, July 29, 2016

Coretan Rasa: Sebuah Damai Itu Bagaimana?

Pada langit itu,
Satu persatu di tekuni.
Diamati...

Subhanallah.
Persis kehidupan yang penuh warna warni.

---

Allah hadirkan
Matahari yang memancar sinarnya di pagi hari
Agar engkau menikmati
Betapa indahnya keping-keping kehidupan di bumi ini
Yang satu-persatunya,
Harus kau amati. Setiap inci.

Allah datangkan
Cahaya rembulan di kegelapan malam yang sepi
Begitu indah..
Seakan sebuah ganjaran kerehatan buat hambaNya
setelah membanting-tulang berhempas-pulas
Dengan beribadah tekun-bekerja di awal siangnya
Demi mencicipi rezki halal di perjalanan kehidupan
yang sementara cuma

Allah titipkan
awan-awan yang menghiasi langit kejora itu
dengan titisan air hujan,
hasil putaran sang awan
yang memaknai kehidupan bersama hidupan
Nun.. di sebalik kejauhan

Lalu akhirnya...

Allah hadiahkan
Sang pelangi yang memukau insan
yang lahir..setelah berakhirnya titisan hujan
Seakan memberi
'ganjaran' utuh setelah kehujanan

---

Begitulah cerminan-sebuah-kehidupan..

Lalu merasai damai itu bagaimana?

"Apabila kau percaya, tiada perkara tanpa rahmatNya,
dan tiada susunan melainkan pasti, ada hikmah di setiap satunya."


:)

| Salanjur | 300716|









Saturday, April 2, 2016

Cerpen: Syurga

23 JANUARI 2013
ALOR SETAR, KEDAH

"Wirda, Nisa' berdosa Wir. Nisa'..tak kuat.."

Wardah mengusap sahabatnya itu. Lembut. Jauh di sudut hati, timbul rasa sebak melihat sahabatnya yang sedang berduka.
Benarlah.
Sakit peha kanan, peha kiri pasti turut merasainya.

Wardah hanya membisu. Setia mendengar luahan sahabatnya. Sebelum memulakan bicara,

" Nisa', awak percaya tak dengan ketentuan Allah? "
Lembut Wardah menuturkan.

"Mestilah saya percaya."

"Alhamdulillah. Jadi awak yakin, setiap sesuatu yang berlaku itu, tidak akan pernah ada yang sia-sia?"

Nisa' membatu. Terdiam. Berfikir.

"Ya, Wir. Nisa' yakin. Tapi, Nisa' tetap rasa berdosa. Nisa' tak mampu membahagiakan dia sebelum meninggal, bahkan selalu menyakitkan hatinya. Macam mana ni Wir? Apa yang perlu Nisa' buat sekarang? Nisa' tak sempat mohon maaf sebelum..sebelum.."

Serta-merta pipinya terasa hangat. Air mata Nisa' laju mengalir membasahi pipinya yang mungil.

" Nisa', sudahlah. perkara lepas, biarkan ia berlalu. Arwah pun dah selamat dikebumikan. Semoga ibu tenang di sana.."

Air mata Nisa' semakin laju mengalir.

" Ingat Nisa', kita masih ada kehidupan. Masih jauh perjalanan. Harus memandang ke depan, perbaiki kembali kesilapan lalu, bukan hanya menangisi pemergian ibu. Tak akan ada gunanya lagi Nisa', sudahlah tu" Wardah cuba menenteramkan hatinya.

'Ya Allah, kuatkan sahabatku ini Ya Ilah,' gumamnya dalam hati.

Nisa' merapati wajahnya ke bahu Wardah sebelum mereka berpelukan. Erat.
Wardah terus-menerus mengusap bahunya.

Dan gerimis hujan pada petang itu seolah turut sama menemani mereka dan menangisi pemergian ibu.

--------------------

15 JANUARI 2008

"Nisa', ibu nak mintak tolong sikit boleh..? Tolong.."

"Arggh!" Belum sempat ibunya berkata lanjut, Nisa' terlebih dahulu mendahului.

"Apa ni ibu. Nisa' banyak kerja lah. Tak ada masa untuk semua benda tu. Adik-adik kan ada, boleh mintak tolong diorang je okey?" Bahasanya kasar. Buku yang dipegangnya dihentak ke meja. Dalam hati, mendengus hebat.

'Ada-ada je lah ibu ni. Masa ni lah nak mintak tolongnya.'

Hati si ibu beristighfar. Diam.

"Tak apalah kalau macam tu." Datar suara ibu. Tapi sebelum keluar, sempat dia senyum dan pesan kepada si anak."Kejap lagi ibu selesai masak, ayam masak merah. Nisa' suka kan? Nanti turun sama makan ya."

"Hmm" Nisa' hanya menggumam. Sepatah.

Mak Idah kemudiannya berlalu pergi.

Dan si anak, hanya diam. Dan kembali menyambung kerjanya yang dari tadi hanya menonton filem baru Korea..

.

.


Di luar, Mak Idah tidak putus-putus beristighfar dan berdoa memuji Tuhan.

" Ya Allah, kau telah kurniakan aku seorang anak perempuan yang begitu cerdas, dan aku bersyukur kepadaMu. Namun kau jadikanlah dia juga cerdas dan begitu baik akhlaknya."

.


.

Doa si ibu.
Yang siapa sangka.
Panahan sakti kepada akan terkabulnya ia.

Pabila sampai, masanya.









TAMAT
-Sebuah nukilan, pendek.









Bingkisan Hikmah: Erti Bahagia

Bahagia itu
Bukan hanya sekadar mimpi
Tetapi hakikatnya, pasti
Semua manusia mengimpi

Bahagia itu
Tidak berlaku tanpa memberi
Kerna memang lumrah insani
Buat yang mengerti
Pasti akan terus usaha menalar makna diri

Bahagia itu
Bila Engkau mampu fahami ia
Percayalah
Tiada apa yang akan kau pinta
Selain ia
Walau seperti sederhana cuma

Kerna yang apa adanya itu
Akan tetap membahagiakan
Tanpa perlu pengertian
Bila hati hidup Bertuhan

Sungguh,
Bahagia itu
Adalah pabila
Hati tenang mengingatiNya.

.

.

Qalbun saleem (Hati yang sejahtera)

TanpaNya, kita tidak punya makna.

Semoga terus bersama menuju redhaNya.

.

.

030416
1:56 AM
Irbid, Jordan





Tuesday, March 22, 2016

22 Mac : Memperingati Syahidnya 2 Permata Ummah

22 Mac.
Hari peringatan, syahidnya 2 permata ummah, Syeikh Ahmad Yasin dan Dr Said Ramadhan Al-Buthi.
---
Mengenang Syeikh Ahmad Yasin, Antara Pemimpin dan Fitnah Harta
Syeikh Yasin, nama lengkapnya Syeikh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunat Isnin- Kamis, hari Isnin, 1 Safar 1425 H/ 22 Mac 2004 M karena dihentam rudal penjajah Zionis Israel setelah melaksanakan solat subuh berjema’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza.
Syeikh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah (pemimpin) bagi pejuang dan rakyat Palestin melawan penjajah Zionis Israel.
Walaupun usianya uzur, keadaan tubuhnya lumpuh dari leher hingga hujung kaki, setiap hari harus menggunakan kerusi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestin khususnya di Gaza.
Beliau memiliki ‘izzah (kemuliaan) sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.
Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syeikh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.
Dalam suatu khutbahnya, Syeikh Ahmad Yasin pernah berkata: " Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemimpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, perilaku, pergerakan, pengetahuan, mahupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa! "
" Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "
(Ali Imran :126).
Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syeikh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syeikh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.
" Syeikh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun boleh kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah ", tutur Hana Rabbah.
Sebagai seorang pemimpin, Syeikh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.
Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:
"Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Autoriti Palestin memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.
Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justeru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun keadaan sebegini, alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap dapat mati syahid seperti beliau."
Jika Syeikh Ahmad Yasin ingin kaya, dilimpahi harta , rumah mewah bertingkat, kereta mewah lebih dari empat, makanannya serba lazat, semuanya boleh sahaja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat?
Akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!
Syeikh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakikatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.
Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, iaitu: Nabi-nabi, para siddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(An Nisa' :69).
---
Syahidnya Dr Said Ramadhan Al-Buti di Masjid Iman, Damsyik
DAMSYIK: Serangan pengebom nekad di dalam Masjid Eman yang terletak di tengah-tengah ibu kota Syria (waktu Malaysia) meragut 42 nyawa termasuk ulama terkenal Sunni negara itu, Syeikh Mohammad Said Ramadan al-Buti yang difahamkan cenderung kepada rejim pemerintah.
Serangan yang dilakukan pada sebelah petang itu menyaksikan pengebom nekad meletupkan dirinya sendiri ketika Mohamed al-Buti sedang mengadakan ceramah agama untuk pelajarnya.
"Jumlah kematian susulan serangan pengganas ini meningkat kepada 42 di mana 84 mangsa lain mengalami kecederaan.
Kematian Mohamed al-Buti disifatkan satu tamparan hebat kepada Presiden Bashar al-Assad, di mana beliau sedang berusaha menamatkan ancaman pemberontak di negara itu.
Datangnya Ulama' membawa Rahmat. Tanggal 21 Mac 2013 perginya seorang Ulama' terkemuka dunia dibawa bersama ilmunya. Dia dikurniakan Syahid tatkala di usia senja. Datangnya dinanti penduduk bumi, perginya ditunggu-tunggu penduduk langit.
Terlalu besar jasanya pada ummah ini. Dia adalah seorang Ulama' yang 'alim Rabbani.
.
.
Semoga Allah merahmati dan mengampuni keduanya.
Al- Fatihah


Monday, March 21, 2016

7 Asas Pembinaan Keluarga Bahagia

Pergaulan yang baik perkukuh hubungan kasih sayang 
Semua orang pastinya mengimpikan untuk berada dalam keluarga dan keturunan yang baik.
TUJUH asas pembinaan keluarga bahagia, yang  jika diberi perhatian dan diamalkan secara istiqamah akan menghasilkan kehidupan berkeluarga yang bahagia, seimbang serta mencapai kedudukan keluarga syurgawi.
Asas bina keluarga
Asas pertama membina keluarga bahagia ialah keimanan serta ketakwaan kepada Allah, kerana perkara itu dijelaskan dalam firman-Nya bermaksud:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang yang bertakwa.” (Surah Ali-Imran, ayat 133)
Hanya mereka yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah mampu melayari kehidupan berumah tangga yang bahagia.
Malah, perkara itu turut dijelaskan Rasulullah SAW bermula dari cara memilih pasangan lagi.

Pesan baginda Nabi Muhammad S.A.W:
“Apabila kita berkahwin, pastinya kita ingin bahagia. Hakikatnya, bahagia itu subjektif kerana ada melihat bahagia dari segi material yang dimiliki tetapi ada juga yang kaya namun hidup tidak bahagia.
“Oleh itu, Rasulullah sudah memberi panduan jika ingin memilih pasangan, pilih yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Jika kita pilih pasangan yang memiliki ciri-ciri ini, akan bahagia dunia dan akhirat,” katanya.
Asas kedua ialah mawaddah warahmah atau kasih sayang yang juga ditunjukkan Rasulullah SAW melalui dua pendekatan iaitu dengan kata-kata dan perbuatan yang melambangkan kasih sayang antara suami isteri.

Beri hadiah
Selain memanggil pasangan dengan panggilan elok penuh penghormatan, kasih sayang juga perlu ditunjukkan menerusi kebiasaan memberi hadiah, sentuhan, khidmat serta meluangkan masa bersama.

Hal ini bukan sahaja teraplikasi untuk pasangan: ibu dan ayah kita.
Bahkan sesama adik-beradik, perlu banyakkan memberi antara satu dengan yang lain.
Dan percayalah, amalan saling memberi hadiah ini pasti akan menghasilkan keterikatan hati.

.

.
Untuk hidup yang seimbang pula, sebagai Muslim, kita perlu ada empat unsur yang sentiasa dipelihara dengan bersungguh-sungguh:
“Empat unsur itu ialah FIZIKAL yang merujuk kepada perlunya menjaga makan minum.
EMOSI membabitkan kasih sayang diikuti ROHANI iaitu ibadat kita kepada Allah.
Akhirnya, AKAL yang makanannya adalah ilmu.
Semua unsur ini dapat membantu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat,”

Asas lain ialah pergaulan yang baik, amanah dan tanggungjawab, rezeki halal, berdoa kepada Allah dan berbuat baik kepada ibu bapa. Kesemua asas itu juga jika dipelihara oleh suami dan isteri akan melahirkan kehidupan bahagia serta membina anak soleh dan solehah, insyaAllah.
Pergaulan baik penting
Pergaulan yang baik antara suami, isteri (ibu dan ayah) serta anak-anak cukup penting kerana suasana yang baik itu secara tidak langsung akan mendorong setiap ahli keluarga menghargai serta menghormati, akhirnya mengukuhkan hubungan kasih sayang.
Maksud pergaulan baik ialah berbicara dengan penuh lemah lembut terhadap pasangan masing-masing dan anak-anak. Jadikan rumahtangga Rasulullah bersama saiyidatina Khadijah sebagai role-model: 
“Ketika Khadijah ingin menghidangkan makanan kepada Rasulullah, Jibril sudah memberitahu Baginda akan kedatangan Khadijah yang membawa makanan. Jibril meminta Baginda menyampaikan salam Jibril dan salam daripada Allah yang sudah membina istana untuk Khadijah di syurga.
“Apabila ditanya kenapa Khadijah mendapat penghormatan itu, Allah berkenan dengan dua perkara yang dilakukan Khadijah kepada Rasulullah SAW iaitu tutur katanya yang lembut dan layanan baik diberikan kepada Baginda.
“Justeru, bagi isteri atau suami yang menginginkan ganjaran syurga, maka berkatalah dengan lemah lembut dan berikan layanan baik kepada pasangan. Inilah yang sepatutnya dilakukan untuk membina keluarga bahagia,”
Ramai yang tidak memberi perhatian kepada sumber rezeki kerana beranggapan ia bukan sebahagian daripada faktor yang membantu keluarga mencapai kebahagiaan sedangkan aspek itu memainkan peranan penting.
Rasulullah SAW sudah menjelaskan bahawa makan yang dimakan akan menjadi darah daging. Makanan yang haram tempatnya di neraka sementara makanan daripada sumber halal serta suci membolehkan doa dimakbulkan.

Begitu juga berbuat baik kepada ibu bapa kerana selain menjaga hati kedua-duanya, anak juga bertanggungjawab untuk berkhidmat kepada ibu bapa termasuk menyelesaikan hutang serta tuntutan haji mereka.


---

(( ..فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله.. ))
An-Nisa:34

Menjadi seorang muslimah solehah itu perlu dibumi. Bukan perlu kita mencari.

Know yourself that you are blessed,dear women. :)


Wanita Perindu Syurga

Bismillah

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Syurga.
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Syurga.
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Syurga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lazat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (Muhammad : 15)
Nikmatnya Syurga!
Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah SWT kelak akan mendapatkan pendamping (isteri) dari bidadari-bidadari Syurga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :
“Dan (di dalam Syurga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (Al Waqiah : 22-23)
“Dan di dalam Syurga-Syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Syurga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (Ar Rahman : 56)
“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Ar Rahman : 58)
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Al Waqiah : 35-37)
Rasulullah S.A.W menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Syurga dalam sabda baginda :
” … seandainya salah seorang wanita penduduk Syurga melihat penduduk bumi nescaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Syurga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari tudung wanita Syurga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)
Dalam hadith lain Rasulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya isteri-isteri penduduk Syurga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Isteri-isteri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.”
Ciri-ciri Wanita Syurga
Isteri-isteri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Syurga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Syurga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.
Di antara ciri-ciri wanita ahli Syurga adalah :
1. Bertakwa.
2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir yang baik dan buruk.
3. Bersaksi bahawa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah dan dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah kerana Allah, tawakkal, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap azab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berzikir mengingat Allah ketika sendirian atau tidak dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap haiwan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang menzaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan keburukan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahim dengan kaum kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.


” … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.”
(An Nisa’ : 13)